Di atas tanah Sakera ini aku lahir
Di hamparan pasir yang memucat darahku mengental
Bau amis ikan kering dan asi peluh Bapak di lautan
Terangkai tulang belulang jadi sejati
Lampu kapal meredup dihanyutkan peri malam
Hanya layar senjatanya
Ombak mengaum menghantam tubuh Bapak
Tak goyah, tak oleng
Untuk mengganjal perut
Aroma geledak sampan terbawa raja pagi
Merapat agak ke tepi
Serenteng mainan laut dinanti
Para janda di sekujur pasir putih
Aku dan anak pantai yang berlari
Gosong terbakar matahari
Telusuri hutan dengan clurit ditangan
Cabik-cabik dahan kering Cemara Udang
Wanita tua dengan tongkat di genggaman
Gambarkan keriput kehidupan
Bau basah di pesisirku
Di antara tali tampar
Ia tukaskan kepasian
Taburkan kerikil-kerikil pengorbanan
Nanahku kini t'lah cair
Persendian itu mulai kaku
Dan tenggorokan pun berkarat
Tapi egoku masih membubung jauh
Tatapan mata elang masih tajam belum terasah
Sampaikan salam damai
Dari Sumenep untuk Dunia
Santi Novita Sari, 9-11-2010
Minggu, 28 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar