Di antara semak belukar
ku dapati secercah cahaya
Di sepertiga senja
ku lihat lelaki tua meronta
Sedang apa dia ?
Dia menangis....
Tidak !!
Mungkin tertawa....
Bukan !!
Lalu ??
Dia mengejar bayangannya
Bayangan yang dulu hanyut
di sela kisih-kisih ombak yang terbahak
Minggu, 28 November 2010
Tanah Sakera
Di atas tanah Sakera ini aku lahir
Di hamparan pasir yang memucat darahku mengental
Bau amis ikan kering dan asi peluh Bapak di lautan
Terangkai tulang belulang jadi sejati
Lampu kapal meredup dihanyutkan peri malam
Hanya layar senjatanya
Ombak mengaum menghantam tubuh Bapak
Tak goyah, tak oleng
Untuk mengganjal perut
Aroma geledak sampan terbawa raja pagi
Merapat agak ke tepi
Serenteng mainan laut dinanti
Para janda di sekujur pasir putih
Di hamparan pasir yang memucat darahku mengental
Bau amis ikan kering dan asi peluh Bapak di lautan
Terangkai tulang belulang jadi sejati
Lampu kapal meredup dihanyutkan peri malam
Hanya layar senjatanya
Ombak mengaum menghantam tubuh Bapak
Tak goyah, tak oleng
Untuk mengganjal perut
Aroma geledak sampan terbawa raja pagi
Merapat agak ke tepi
Serenteng mainan laut dinanti
Para janda di sekujur pasir putih
Kubah Asta Tenggi
Polo Madura, otamaepon Songennep, kasohor kalaban sejarahepon. Contoepon sejarah masokna Cina dha' ka paseser Lombang tor daddi manossa pribumi neng daerah satempat, sejarah pembangunan Masjid Jamik sesamangken anyama Masjid Agung Songenneb, sejarah pembangunan kubah Asta Tenggi, sareng samacemma.
Asta Tenggi enggi paneka settong tana otaba bangonan se ebadhi kennengngan pasarean otaba koburan oreng-oreng kahormat neng e Songenneb. Edhalem epon banne coma settong tana pasarean malolo. Nangeng e ka' dissa' jugan badha kennengngan kaangguy para juru kunci, kennengngan badhi oreng-oreng awudhu', sareng se otama enggi paneka bangonan congkop se badha neng e bagian Temor kompleks pasarean kasebbut.
Lamba', salastare epon Bindara Saod otaba R. Tumenggung Tirtanegara paleman dha' ka rahmatullah e tanggal 17 Jumadil Awal 1171H (1762M), tahta epon epatoron dha' ka potra epon se asmaepon R. Asiruddin se agellar Pangeran Natakusuma I otaba se kasebbut kalaban Panembahan Somala. Raden Arya Asiruddin e lantik pas enobaddhagi daddi Adipati Songennep e taon 1762M, kalaban gelar Pangeran Natakusuma dhari Gubernur Jendral Petrus Albertus Vander Parra.
Asta Tenggi enggi paneka settong tana otaba bangonan se ebadhi kennengngan pasarean otaba koburan oreng-oreng kahormat neng e Songenneb. Edhalem epon banne coma settong tana pasarean malolo. Nangeng e ka' dissa' jugan badha kennengngan kaangguy para juru kunci, kennengngan badhi oreng-oreng awudhu', sareng se otama enggi paneka bangonan congkop se badha neng e bagian Temor kompleks pasarean kasebbut.
Lamba', salastare epon Bindara Saod otaba R. Tumenggung Tirtanegara paleman dha' ka rahmatullah e tanggal 17 Jumadil Awal 1171H (1762M), tahta epon epatoron dha' ka potra epon se asmaepon R. Asiruddin se agellar Pangeran Natakusuma I otaba se kasebbut kalaban Panembahan Somala. Raden Arya Asiruddin e lantik pas enobaddhagi daddi Adipati Songennep e taon 1762M, kalaban gelar Pangeran Natakusuma dhari Gubernur Jendral Petrus Albertus Vander Parra.
Madura di Mata Jepang
Siapa yang tidak mengagumi Jepang ? Apalagi teknologi tembusan Jepang. Sudah pasti banyak disukai, diminati, dan bahkan digunakan orang-orang Indonesia, tak terkecuali Madura. Adalah hal yang biasa jika mendengar "Aku kagum orang Jepang". Tapi bagaimana jika terdengar kalimat ini "Jepang kagum dengan orang Madura"? Ini luar biasa !!! Mungkin kita akan putar pikiran, apa yang dapat dikagumi dari Madura ? Atau mungkin kita akan berpikir, apa kita tidak salah dengar ?
Yah, memang sangat amazing. Menakjubkan. Tapi inilah kenyataannya. Mereka kagum dengan kebudayaan carok orang Madura. Padahal kebudayaan ini sangat ingin dihilangkan oleh orang Madura sendiri. Tapi malah dikagumi oleh Jepang. Aneh tapi real !
Orang Madura sendiri sudah mengakui bahwa carok adalah kebiasaan buruk mereka yang masih mengidentitas di tubu mereka hingga saat ini. Dan tak sedikit sekali orang Madura merasa malu dengan lebel carok. Anehnya, hal ini malah memiliki nilai tinggi di mata Jepang. Jepang memiliki kekaguman tersendiri terhadap budaya carok orang Madura.
Menurut beberapa warga Jepang, carok menunjukkan kepribadian sejati bagi orang-orang Madura. Orang-orang Jepang menafsirkan carok seperti singa yang sedang tidur. Jika tak ingi Singa itu mengaum atau bahkan memangsa, jangan bangunkan ia apalagi mengganggunya.
Yah, memang sangat amazing. Menakjubkan. Tapi inilah kenyataannya. Mereka kagum dengan kebudayaan carok orang Madura. Padahal kebudayaan ini sangat ingin dihilangkan oleh orang Madura sendiri. Tapi malah dikagumi oleh Jepang. Aneh tapi real !
Orang Madura sendiri sudah mengakui bahwa carok adalah kebiasaan buruk mereka yang masih mengidentitas di tubu mereka hingga saat ini. Dan tak sedikit sekali orang Madura merasa malu dengan lebel carok. Anehnya, hal ini malah memiliki nilai tinggi di mata Jepang. Jepang memiliki kekaguman tersendiri terhadap budaya carok orang Madura.
Menurut beberapa warga Jepang, carok menunjukkan kepribadian sejati bagi orang-orang Madura. Orang-orang Jepang menafsirkan carok seperti singa yang sedang tidur. Jika tak ingi Singa itu mengaum atau bahkan memangsa, jangan bangunkan ia apalagi mengganggunya.
Asal Mula Kata Sumenep
Sampai saat ini, sebutan kata Sumenep masih terdapat perbedaan dalam memaknainya. Di kalangan kelompok terpelajar dan tinggal di sekitar pusat kabupaten Sumenep, umumnya menyebut dengan kata Sumenep. Sedangkan masyarakat yang tinggal di pedesaan, menyebutnya dengan Songennep. Persoalan manakah sebutan yang paling tua, Sumenep atau Songennep?
Kitab tertua yang mencantumkan nama wilayah ini ialah buku Pararaton yang ditulis pada tahun1475-1485, dalam Bab VI disebutkan asal-usul nama Sumenep.
a. ...,Kinon Adipati Ring Sungeneb, anger ing Madura Wetan, artinya: ...,Disuruh menjadi Adipati di Songenneb, bertempat tinggal di Madura Timur.
b. Alama raden Wijaya haneng Sungenneb, artinya: Cukup lama Raden Wijaya tinggal di Songenneb.
J.L Brandes yang menerjemahkan Pararaton, pada indeks nama dan catatan-catatan di bawah Sumenep dan Songenneb, menuliskan bahwa Songenneb ialah bentuk nama yang sebenarnya menurut cara Madura. Pararaton diterjemahkan Brandes pada abad XIX . Kata Sungenneb yang dipergunakan J.L Brandes berasal dari kata Songenneb. Alasan yang menguatkan keyakinan tersebut ialah kata Songennep lebih sesuai dengan lidah / logat kebiasaan orang Madura daripada kata Sungenneb. Dalam kata-kata pada bahasa Madura, huruf "O" lebih banyak digunakan daripada huruf "U".
Kitab tertua yang mencantumkan nama wilayah ini ialah buku Pararaton yang ditulis pada tahun1475-1485, dalam Bab VI disebutkan asal-usul nama Sumenep.
a. ...,Kinon Adipati Ring Sungeneb, anger ing Madura Wetan, artinya: ...,Disuruh menjadi Adipati di Songenneb, bertempat tinggal di Madura Timur.
b. Alama raden Wijaya haneng Sungenneb, artinya: Cukup lama Raden Wijaya tinggal di Songenneb.
J.L Brandes yang menerjemahkan Pararaton, pada indeks nama dan catatan-catatan di bawah Sumenep dan Songenneb, menuliskan bahwa Songenneb ialah bentuk nama yang sebenarnya menurut cara Madura. Pararaton diterjemahkan Brandes pada abad XIX . Kata Sungenneb yang dipergunakan J.L Brandes berasal dari kata Songenneb. Alasan yang menguatkan keyakinan tersebut ialah kata Songennep lebih sesuai dengan lidah / logat kebiasaan orang Madura daripada kata Sungenneb. Dalam kata-kata pada bahasa Madura, huruf "O" lebih banyak digunakan daripada huruf "U".
Kamis, 25 November 2010
Mom ^_^
Kau telusuri hidup dengan napasmu
Kau tumpahkan darah yang tersendat di uratmu
Kau tuangkan keringat yang memucat di bahumu
Takkan hilang semua petuah
Takkan terganti walau intan permata sekalipun
Kau tumpahkan darah yang tersendat di uratmu
Kau tuangkan keringat yang memucat di bahumu
Takkan hilang semua petuah
Takkan terganti walau intan permata sekalipun
Petang Untuk Hilang
Mentari tersenyum
Melawan tegarnya batu lautan
Hanyalah mimpi yang tak mungkin
teraba lagi
Saat datang petang
Sebelum murung menyahut
Sekejap hilang
Sekedip musnah
Melawan tegarnya batu lautan
Hanyalah mimpi yang tak mungkin
teraba lagi
Saat datang petang
Sebelum murung menyahut
Sekejap hilang
Sekedip musnah
Sampah dan Diriku
Kulakukan semua ini
Hanya tuk sebutir harapan
Tak peduli maut menelanku
Biarkan saja...
Aku tak kan menoleh
Atau pun menyeretnya
ke dalam lorang masa lalu
Karena inilah aku
Coretan di atas kertas lusuh
di antara kerumunan sampah
pinggiran kota kelam
Hanya tuk sebutir harapan
Tak peduli maut menelanku
Biarkan saja...
Aku tak kan menoleh
Atau pun menyeretnya
ke dalam lorang masa lalu
Karena inilah aku
Coretan di atas kertas lusuh
di antara kerumunan sampah
pinggiran kota kelam
Pantun
Pernah anda melihat cadik
Sungguh antik bentuk rupanya
Indah nian nama adik
Sungguh pantas dengan orangnya
Sungguh antik bentuk rupanya
Indah nian nama adik
Sungguh pantas dengan orangnya
Do'a Gadisku
Ingin aku menemani malam
Yang tiada kunjung bertemu
Serasa hidup hanya untuk kejenuhan
Kadang ku bertanya
Tak pantaskah ku dapat berlian ?
Berlian dari sudut pandang kejujuranmu
Bukan sekedar keterikatan dalam
sebuah perkawinan
Bukankah manusia berhak akan dustanya ?
Tidakkah itu berlaku untukku ?
yang selama ini
bungkam dalam kebahagiaan
Aku mohon
Jangan rampas kehinaanku
Biarlah pandangmu luluhkan tubuhku
Karena bagiku dunia ini telah rapuh
dan tak mampu mendengar
setiap tetes embun
dari bening mataku
DYP
Yang tiada kunjung bertemu
Serasa hidup hanya untuk kejenuhan
Kadang ku bertanya
Tak pantaskah ku dapat berlian ?
Berlian dari sudut pandang kejujuranmu
Bukan sekedar keterikatan dalam
sebuah perkawinan
Bukankah manusia berhak akan dustanya ?
Tidakkah itu berlaku untukku ?
yang selama ini
bungkam dalam kebahagiaan
Aku mohon
Jangan rampas kehinaanku
Biarlah pandangmu luluhkan tubuhku
Karena bagiku dunia ini telah rapuh
dan tak mampu mendengar
setiap tetes embun
dari bening mataku
DYP
Jumat, 19 November 2010
Di Atas Bulan Kelabu
Mentari telah tersenyum jingga padaku
Burung-burung melambaikan ekornya
dan angin cium ku lembut
Di tanah inilah dia kaku
membiru, dingin bersama aroma tubuhku
Katakan Tuhan !!!
Katakan ini hanya mimpi !!
Ini bohong !!
Aku tak percaya Tuhan !!!
Sekeras ku menjerit, sepahit nyata ku dapat
Kering sudah degupan darahku
Rontok sudah aliran air mataku
Gersang, tandus, tiada berbunga lagi
Nyalaku kini hanya setetes
Terlihat kau bersimpuh keringat merah
Tolehkan muka pada qiblat
Tanpa senyum hiasi selimut putihmu
Aku....
Aku belum ikhlas !!
Ku coba rela,
meski serangga itu masih menggrogoti jantungku
meski duri mengukir guratan yang kian dalam
Wangimu berganti bau yang menakutkan
Yang kan temani setiap langkah tapak kakiku
Kau kini jadi ilusi
Hadir di setiap imajinasi
Manghapus semua basa basi
Terkenang di hati yang pucat pasi
Lelap dan raihlah Surga
Yasin ku kan bawa mu meninggi ~_~
Burung-burung melambaikan ekornya
dan angin cium ku lembut
Di tanah inilah dia kaku
membiru, dingin bersama aroma tubuhku
Katakan Tuhan !!!
Katakan ini hanya mimpi !!
Ini bohong !!
Aku tak percaya Tuhan !!!
Sekeras ku menjerit, sepahit nyata ku dapat
Kering sudah degupan darahku
Rontok sudah aliran air mataku
Gersang, tandus, tiada berbunga lagi
Nyalaku kini hanya setetes
Terlihat kau bersimpuh keringat merah
Tolehkan muka pada qiblat
Tanpa senyum hiasi selimut putihmu
Aku....
Aku belum ikhlas !!
Ku coba rela,
meski serangga itu masih menggrogoti jantungku
meski duri mengukir guratan yang kian dalam
Wangimu berganti bau yang menakutkan
Yang kan temani setiap langkah tapak kakiku
Kau kini jadi ilusi
Hadir di setiap imajinasi
Manghapus semua basa basi
Terkenang di hati yang pucat pasi
Lelap dan raihlah Surga
Yasin ku kan bawa mu meninggi ~_~
Kamis, 11 November 2010
Antara Basket dan Diriku
Selasa, 9 November 2010
Hari yang unik dan amazing. Hari dimana aku merasa sangat pesimis. Sungguh down mentalku. Karena saat itu aku dan tim basket putri A akan melawan SMAN 3 Pamekasan.
Iming-iming kalah sudah lekat dalam jidatku.
Peluh sudah basahi baju timku.
Deg....Deg....Deg....Deg...
Detak jantungku mulai seiring dengan suara peluit wasit.
Dugh... Bola terpantul dan hinggap ditanganku.
Saatnya selesaikan misi goal.
Prrrrriiiiiiitttt....... Yeeeee....
:D senyum lebar di bibir pendukung SMANSA.
aku berhasil, but it's not finish!!
Panaaaazzzzz.....
Tapi aku tagh mau kalah dengan mentari !!
Kenapa aku tagh bisa seperti senyum mentari yang selimuti pertandingan ini ??
Pazti bisaaaaaaaaa!!!!!! ^_^
Hari yang unik dan amazing. Hari dimana aku merasa sangat pesimis. Sungguh down mentalku. Karena saat itu aku dan tim basket putri A akan melawan SMAN 3 Pamekasan.
Iming-iming kalah sudah lekat dalam jidatku.
Peluh sudah basahi baju timku.
Deg....Deg....Deg....Deg...
Detak jantungku mulai seiring dengan suara peluit wasit.
Dugh... Bola terpantul dan hinggap ditanganku.
Saatnya selesaikan misi goal.
Prrrrriiiiiiitttt....... Yeeeee....
:D senyum lebar di bibir pendukung SMANSA.
aku berhasil, but it's not finish!!
Panaaaazzzzz.....
Tapi aku tagh mau kalah dengan mentari !!
Kenapa aku tagh bisa seperti senyum mentari yang selimuti pertandingan ini ??
Pazti bisaaaaaaaaa!!!!!! ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)