Di antara semak belukar
ku dapati secercah cahaya
Di sepertiga senja
ku lihat lelaki tua meronta
Sedang apa dia ?
Dia menangis....
Tidak !!
Mungkin tertawa....
Bukan !!
Lalu ??
Dia mengejar bayangannya
Bayangan yang dulu hanyut
di sela kisih-kisih ombak yang terbahak
Dengan baju loreng merah-putih
Cambuk di lingkar tangan
Dan noda di wajah
Memacu sapi di lapangan berdebu
Terbang penuh ambisi
Mengepakkan sayap yang mulai rapuh
Rontokkan emosi yang meninggi
Dia.....
Jiwa Sumenep yang sejati
Ceritakan pada dunia
tentang Madura yang menari
bersama melodi pelangi
di kaki gunung Payudan
Sungguh dia....
Jiwa Sumenep yang sejati
Pamerkan potensi diri
tentang sampan di laut Slopeng yang berlari
Aku ingin ikuti
Jejak tuan di tanah ini
Karena Sumenep jiwaku hakiki
Minggu, 28 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar