Mentari tersenyum
Melawan tegarnya batu lautan
Hanyalah mimpi yang tak mungkin
teraba lagi
Saat datang petang
Sebelum murung menyahut
Sekejap hilang
Sekedip musnah
Hampa di telan samudera air mata
Dan remuk bersama jeritan gadis tua
Lebur di antara keping-keping
seratus perak
Tergores penaku semu
Dalam bayangan ketak kuasaan
Untuk Merapi dan Mentawai ;( :)
Kamis, 25 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar