"Pagi dunia ^_^" sapa Izha, gadis belia yg tinggal di kompleks perumahan Bandung. Rumah cat biru paling timur, tempatnya bersama keluarga.
"Izha, ayo sarapan !" teriak mamanya dari lantai bawah
"Iya, ma ! sebentar ! Izha pasang sepatu dulu !" balas Izha dengan suara lantangnya yg menyaingi sound tetangga saat ada lamaran.
Wajah riang diiringi derap langkah sepatu sport menuruni tangga rumahnya. Sekejap saja Izha telah sampai di ruang makan keluarga. Secepat kilat ia menyantap masakan buatan mamanya.
"Ma, Izha berangkat sekolah dulu ya ?" ucap Izha perlahan mendekati mamanya seraya menyodorkan tangannya.
"Kamu ini, kebiasaan deh ! Makan tuh jangan cepet-cepet, dikunyah dulu !" sindir mama dengan senyum melingkar di wajahnya.
"Hehehehe .. udah telat, ma." balas Izha cengengesan.
Buru-buru Izha mengambil skateboard-nya, lalu berangkat menuju sebuah gedung sekolah di belakang tempat tinggalnya.
Tiba-tiba seorang guru menyapanya.
"Izha !" sapa guru itu masih tetap di atas sepeda motornya
"Ada apa ?" balas Izha cuek dan tetap konsentrasi di atas skateboard-nya
"Mau ikut ? Dari pada kamu naik skateboard-mu. Nanti telat loch !"
"Nggak ah ! Bapak duluan aja ! Nggak enak diliatin temen-temen yg lain."
"Emang kenapa ? Lagian kan bapak cuma ingin membantu kamu aja ! Dari pada kamu telat, trus dapat point, di hukum lagi, iya kan ?!"
"Tetep aja nggak enak, pak !"
"Rasa apa sih, kok nggak enak ?!"
"Ah, tau ah !!"