Jumat, 23 November 2012

Time to Wake Up

Setiap orang pasti pernah jatuh. hahaha :D
Bahasa alay deh (-_-")
Kegagalan itu wajar kawan. Don't cry !
Dunia tidak berhenti hanya karena satu masalah saja.
Gua pernah jatuh, nyemplung selokan, kena timpuk, lengkap deh pokoknya.
But, what ?
I never think that "this is the end of world"
May be I ever sad and feel so down, very very down.
But my parents and my friendship always say "jangan nyerah dengan keadaan!"
Semakin kalian jatuh, maka harusnya semakin semangat kalian untuk bangkit :)
Coba deh lebih ikhlas and sabar :)
Emang susah. Tapi yaaa dimana-mana mah semuanya susah
Tidur ajah susah kalo lagi sakit, iya ga ?
Hahaha :D
Tips ampuh buat kalian nih, dangukeun nya :P
"Hidup itu enjoy, jadi bawa enjoy ajah, but jangan terlalu enjoy"
Good ? so pasti bagus dong, hehehe :P

Sabtu, 29 Oktober 2011

UNTUK “DIA”


Dalam do’a ku eja selalu sebilah nama
Dalam pikir ku renung selalu sekilas kisah
Ku telankan dalam maya
Lalu ku tinggali di dasar detak napasku
Ku ingin terangi hatinya dengan sepotong lilin
Memucat di ujung sumbunya
Ku ingin terjaga pada setiap seret langkahnya
Menantinya di penghujung senja
Bercengkrama bersama putra-putra bumi
Sepanjang penat yang terlewat
Mengabarkan pada pagi cerita kemarin
Menyapa mentari dengan segelas kerinduan
Hingga mengatup nanti jendela mataku
Terpendam dalam kesunyian dan kebekuan
Membiru dalam putaran memoriku
Basah oleh lantunan Surah Yaasin

29-10-2011
01.02
# DiCiBePAH_7 #

SIAPA ???


Diatas punggung pantai kini ku terduduk
Terbangkan segala harapan
Tak kau temui jiwa yang dulu
Ku lihat saja gerak-gerik angkasa
Untuk apa ???
Tangan ku pun tiada mungkin kau jamah
Terlalu sesak tuk selipkan sebulir sosok
Bukan karena keegoisan
Bukan pula pincangnya hati
Tapi kebebalan yang terus mengelupas
Pikir pun tak sanggup menyumbatnya
Hingga noda itu kelabui binar jati dirimu
Dan bukan lagi cahaya membias bibir langit

28-10-2011
14.25
# DiCiBePAH_7 #

RAGU


Katamu terpahat indah dalam wadahku
Lisanmu melenggokkan pesona dalam jantungku
Sama tak pentingnya dengan ucap kau sangatlah penting untukku
Sama tak butuhnya dengan ungkap kau kubutuhkan bagiku
Tiada bisa ku cerna goresan di bibirmu
Licik atau unik
Kau nampak canggung menatap kelaraanku
Kau nampak takut mengelus lukaku
Kau acuhkan darah itu tergeletak
Sampai sejasad datang menjilatinya
Lalu menyudutlah bola matamu dalam kesangsian
Suka atau duka
Kau masih sangat mampu merogoh batinku
Tapi tidak denganku
Bayangmu hanya sekilas sekelebat menghilang
Hadir membawa secawan obat penantian
Pergi dengan sejuta kehausan

28-10-2011
12.00
# DiCiBePAH_7 #

LUKA YANG NANAR


Mentari datang dengan wajah yang merona
Mengangkat segala kejujuran
Dia pahat kini gambar diri
Terlukis penuh nanah sketsa itu
Berhenti lah !!!
Jika luka nanar itu kian merobek ulu nadimu
Diam menatapmu, ini tempatku
Lama ku tinggali dalam kedinginan
Bersama air mata yang mulai koyak dan lusuh
Perlahan angin membersit membisik lembar telinga
Jangan lagi diam !!!
Langkahku menggerset setiap detik yang ku bawa
Ini hanya perhentian kala camar sudah mengandung
Hingga anakan itu tiba dan mencumbui raja masa ???
Lihat saja !!!
Tiada berani ku tanyakan itu pada Ilahi

23-10-2011
06.20
# DiCiBePAH_7 #