Mentari datang dengan wajah yang merona
Mengangkat segala kejujuran
Dia pahat kini gambar diri
Terlukis penuh nanah sketsa itu
Berhenti lah !!!
Jika luka nanar itu kian merobek ulu nadimu
Diam menatapmu, ini tempatku
Lama ku tinggali dalam kedinginan
Bersama air mata yang mulai koyak dan lusuh
Perlahan angin membersit membisik lembar telinga
Jangan lagi diam !!!
Langkahku menggerset setiap detik yang ku bawa
Ini hanya perhentian kala camar sudah mengandung
Hingga anakan itu tiba dan mencumbui raja masa ???
Lihat saja !!!
Tiada berani ku tanyakan itu pada Ilahi
23-10-2011
06.20
# DiCiBePAH_7 #
0 komentar:
Posting Komentar